Keselamatan Kerja

18 Dec
  1. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pelaksanaan progaram keselamatan dan kesehatan kerja (P3K) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 yang disebut sebagai UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA. Ini disebabkan dalam setiap pekerjaan, termasuk di dunia pendidikan, kecelakaan kerja seringkali sulit dihindari dan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.

  1. Pengertian dan Tujuan Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja meliputi perlindungan karyawan dari kecelakaan di tempat kerja. Sedangkan kesehatan merujuk pada kebebasan karyawan dari penyakit secara fisik maupun mental.

Program keselamatan kerja di rancang untuk menciptakan lingkungan dan perilaku kerja yang menunjang keselamatan dan keamanan itu sendiri, dan membangun dan mempertahankan lingkungan kerja fisik yang aman, yang dapat dirubah untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat dikurangi apabila karyawan secara sadar berpikir tentang keselamatan kerja.

  1. Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Usaha keselamatan dan kesehatan kerja memerlukan partisipasi dan kerjasama dari semua pihak yaitu pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Bentuk partisipasi yang memenuhi dasar pemikiran tersebut adalah partisipasi langsung dalam wadah panitia pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan dan di tempat-tempat kerja lainnya.

Untuk mengurangi kecelakaan yang diakibatkan oleh kecenderungan karyawan untuk berperilaku dan bersikap yang tidak diinginkan, dapat dikurangi melalui:

  1. Seleksi dan alat yang lain
  2. Penyebaran poster dan propaganda
  3. Pelatihan keselamatan
  4. Program insentif dan program penguatan yang positif
  5. Komitmen manajer puncak
  6. Penentuan kebijaksanaan dan mengendalikannya
  7. Melakukan pengawasan terhadap keselamatan dan kesehatan
  8. Memonitor pekerjaan-pekerjaan yang sangat berat dan menimbulkan stress.

Sementara itu Flippo (1984) berpendapat bahwa tujuan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dapat dicapai, jika ada unsur-unsur yang mendukung, yaitu:

  1. Adanya dukungan dari pimpinan puncak

Dukungan manajemen ditandai dengan kehadiran secara pribadi pada rapat-rapat yang membahas masalah kesehatan, pemeriksaan pribadi secara periodik, penekanan pada laporan-laporan tetap tentang keselamatan dan pencantuman angka-angka keselamatan dan prestasi bidang keselamatan pada agenda rapat dewan direksi.

  1. Ditunjuknya direktur keselamatan

Perlu adanya pengangkatan seorang pimpinan yang bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikannya.

  1. Rekayasa pabrik dan kegiatan yang aman

Tindakan pencegahan untuk pengamanan biasanya memerlukan prosedur kerja yang lebih panjang atau usaha tambahan, dan orang seringkali cenderung mempersingkat cara kerja yang direkayasa itu.

  1. Diberikannya pendidikan bagi semua karyawan untuk bertindak aman

Berikut ini adalah cara yang dapat ditempuh untuk melakukan pendidikan:

1)      Pendidikan bagi karyawan baru

2)      Penekanan titik-titik keselamatan selama pelatihan, khususnya dalam pelatihan ditempat kerja

3)      Usaha-usaha khusus yang dilakukan oleh penyelia tingkat pertama

4)      Pembentukan komite keselamatan karyawan

5)      Pengadaan rapat-rapat khusus tentang keselamatan karyawan

6)      Penggunaan masalah perusahaan

7)      Bagan-bagan, poster, dan peragaan yang menitikberatkan kebutuhan untuk bertindak dengan aman

  1. Terpeliharanya catatan-catatan tentang kecelakaan

Pimpinan harus mengadakan dan menyimpan catatan-catatan yang diteliti sehubungan dengan jumlah kecelakaan, penyakit yang ditimbulkan pekerja, dan hilangnya hari-hari kerja.

 

  1. Menganalisis penyebab kecelakaan

Tingkat kecelakaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

 

x: Number of lost time accidents

y: Number of person hours worked during the periode

FR: Frequency Rate

  1. Kontes keselamatan

Kontes keselamatan dapat dianggap sebagai satu bentuk pendidikan karyawan, tetapi keduanya mempunyai perbedaan besar dalam pendekatan sehingga memerlukan pembahasan secara terpisah.

  1. Melaksanakan peraturan

Pendekatan pokok terhadap suatu program keselamatan pada hakikatnya haruslah bersifat positif, tetapi adalah naif untuk mengatakan bahwa tidak ada gunanya tindakan disipliner. Peringatan, denda, pemberhentian sementara dan pemecatan dalam keadaan tertentu sangat tepat digunakan untuk mengefektifkan suatu program keselamatan.C.    Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pelaksanaan progaram keselamatan dan kesehatan kerja (P3K) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 yang disebut sebagai UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA. Ini disebabkan dalam setiap pekerjaan, termasuk di dunia pendidikan, kecelakaan kerja seringkali sulit dihindari dan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
1.    Pengertian dan Tujuan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja meliputi perlindungan karyawan dari kecelakaan di tempat kerja. Sedangkan kesehatan merujuk pada kebebasan karyawan dari penyakit secara fisik maupun mental.
Program keselamatan kerja di rancang untuk menciptakan lingkungan dan perilaku kerja yang menunjang keselamatan dan keamanan itu sendiri, dan membangun dan mempertahankan lingkungan kerja fisik yang aman, yang dapat dirubah untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat dikurangi apabila karyawan secara sadar berpikir tentang keselamatan kerja.
D.    Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Usaha keselamatan dan kesehatan kerja memerlukan partisipasi dan kerjasama dari semua pihak yaitu pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Bentuk partisipasi yang memenuhi dasar pemikiran tersebut adalah partisipasi langsung dalam wadah panitia pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan dan di tempat-tempat kerja lainnya.
Untuk mengurangi kecelakaan yang diakibatkan oleh kecenderungan karyawan untuk berperilaku dan bersikap yang tidak diinginkan, dapat dikurangi melalui:
a.    Seleksi dan alat yang lain
b.    Penyebaran poster dan propaganda
c.    Pelatihan keselamatan
d.    Program insentif dan program penguatan yang positif
e.    Komitmen manajer puncak
f.    Penentuan kebijaksanaan dan mengendalikannya
g.    Melakukan pengawasan terhadap keselamatan dan kesehatan
h.    Memonitor pekerjaan-pekerjaan yang sangat berat dan menimbulkan stress.
Sementara itu Flippo (1984) berpendapat bahwa tujuan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dapat dicapai, jika ada unsur-unsur yang mendukung, yaitu:
a.    Adanya dukungan dari pimpinan puncak
Dukungan manajemen ditandai dengan kehadiran secara pribadi pada rapat-rapat yang membahas masalah kesehatan, pemeriksaan pribadi secara periodik, penekanan pada laporan-laporan tetap tentang keselamatan dan pencantuman angka-angka keselamatan dan prestasi bidang keselamatan pada agenda rapat dewan direksi.
b.    Ditunjuknya direktur keselamatan
Perlu adanya pengangkatan seorang pimpinan yang bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikannya.
c.    Rekayasa pabrik dan kegiatan yang aman
Tindakan pencegahan untuk pengamanan biasanya memerlukan prosedur kerja yang lebih panjang atau usaha tambahan, dan orang seringkali cenderung mempersingkat cara kerja yang direkayasa itu.
d.    Diberikannya pendidikan bagi semua karyawan untuk bertindak aman
Berikut ini adalah cara yang dapat ditempuh untuk melakukan pendidikan:
1)    Pendidikan bagi karyawan baru
2)    Penekanan titik-titik keselamatan selama pelatihan, khususnya dalam pelatihan ditempat kerja
3)    Usaha-usaha khusus yang dilakukan oleh penyelia tingkat pertama
4)    Pembentukan komite keselamatan karyawan
5)    Pengadaan rapat-rapat khusus tentang keselamatan karyawan
6)    Penggunaan masalah perusahaan
7)    Bagan-bagan, poster, dan peragaan yang menitikberatkan kebutuhan untuk bertindak dengan aman
e.    Terpeliharanya catatan-catatan tentang kecelakaan
Pimpinan harus mengadakan dan menyimpan catatan-catatan yang diteliti sehubungan dengan jumlah kecelakaan, penyakit yang ditimbulkan pekerja, dan hilangnya hari-hari kerja.

f.    Menganalisis penyebab kecelakaan
Tingkat kecelakaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

x: Number of lost time accidents
y: Number of person hours worked during the periode
FR: Frequency Rate
g.    Kontes keselamatan
Kontes keselamatan dapat dianggap sebagai satu bentuk pendidikan karyawan, tetapi keduanya mempunyai perbedaan besar dalam pendekatan sehingga memerlukan pembahasan secara terpisah.
h.    Melaksanakan peraturan
Pendekatan pokok terhadap suatu program keselamatan pada hakikatnya haruslah bersifat positif, tetapi adalah naif untuk mengatakan bahwa tidak ada gunanya tindakan disipliner. Peringatan, denda, pemberhentian sementara dan pemecatan dalam keadaan tertentu sangat tepat digunakan untuk mengefektifkan suatu program keselamatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: